MA Insan Cendekia Nusantara Resmi Berdiri, Bertaraf Internasional Jadi Kebanggaan Purwakarta

BERSTANDAR INTERNASIONAL. Prosesi peresmian MA Insan Cendekia Nusantara yang merupakan lembaga pendidikan Islam berstandar internasional dengan konsep international islamic boarding school tampak dihadiri sejumlah tokoh nasional.

IDEANEWSID. Madrasah Aliyah (MA) Insan Cendekia Nusantara yang berlokasi di Kompleks Masjid Endan Andansih, Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, resmi berdiri, Sabtu (6/6/2026).

Prosesi peresmian lembaga pendidikan Islam berstandar internasional dengan konsep international islamic boarding school tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Di antaranya, Kepala BPKP RI sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Endan Andansih Muhammad Yusuf Ateh, Hashim Djojohadikusumo, Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Syafrie Sjamsudin, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti hingga Menteri Agama Nasaruddin Umar.

MA Insan Cendekia Nusantara ini juga merupakan sekolah berasrama unggulan yang diinisiasi Yayasan Endan Andansih Ateh dengan mengusung motto “Berakhlak Islami, Berbudaya Nusantara, Berdaya Saing Global.”

Konsep pendidikan yang diterapkan memadukan sistem pesantren modern dengan penguatan sains, teknologi, serta pembentukan karakter kepemimpinan.

Baca juga:  Sudah Ada Tiga Peserta Terbaik Calon Sekda Purwakarta

Ketua Dewan Pembina Yayasan Endan Andansih, Muhammad Yusuf Ateh, mengatakan, kehadiran sekolah tersebut merupakan bentuk komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang mampu memutus rantai kemiskinan. Karena itu, sekolah ini dibangun dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak agar semakin banyak anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang layak dan berkualitas.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan terbaik. Jangan sampai kemiskinan menjadi penghalang mereka meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ateh juga mengajak para dermawan, investor, dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi mendukung keberlangsungan program pendidikan tersebut.

Baca juga:  Bupati Purwakarta Terpilih, Om Zein, Tolak Mobil Dinas Baru

Ia meyakini investasi di bidang pendidikan tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi bangsa.

Integrasikan Keunggulan Akademik, Pembinaan Karakter

Sementara itu, Ketua Yayasan Endan Andansih, Endang Usman menjelaskan bahwa MA Insan Cendekia Nusantara dirancang sebagai satuan pendidikan menengah berciri khas Islam yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pembinaan karakter, dan kehidupan berasrama.

Penyelenggaraan pendidikan diarahkan untuk membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, memiliki wawasan keislaman yang moderat dan kontekstual, mandiri, unggul dalam bidang sains dan teknologi, serta mampu berkompetisi dan berkolaborasi di tingkat global.

“Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembina karakter dan teladan bagi para siswa,” ujar Endang.

Baca juga:  Korda BEM SI Kerakyatan Kepri: Pendapatan Negara Berpotensi Hilang Jika PSN Rempang Eco City Dilanjutkan

Untuk tahun ajaran 2026, Endang mengatakan, MA Insan Cendekia Nusantara membuka kuota sebanyak 160 siswa yang akan terbagi dalam 8 kelas, dengan jumlah maksimal 20 siswa per kelas. Proses penerimaan peserta didik baru masih dibuka hingga akhir Juni 2026.

Dengan diresmikannya MA Insan Cendekia Nusantara Purwakarta, Endang berharap, lahir generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik dan berprestasi, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kuat, karakter Islami yang kokoh, serta kemampuan menghadapi tantangan global di masa depan.

Sekolah ini diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan calon pemimpin bangsa dari berbagai latar belakang masyarakat. (Red)