All New Veloz vs New Xpander Adu Nanjak, Mana Paling Perkasa?

All New Veloz vs New Xpander/autofun.co.id/

Adu LMPV Penggerak Roda Depan

IDEANEWSID. Banyak rumor beredar di masyarakat, mengenai mobil bersistem penggerak roda depan (FWD) tak kuat nanjak seperti halnya mobil berpenggerak roda belakang (RWD).

Beriringan dengan rumor tersebut, mobil sejuta umat, Avanza yang sejak pertama diluncurkan memakai sistem RWD, kini mencoba memakai sistem penggerak FWD.

Padahal, selama memakai sistem RWD, Avanza merupakan mobil terlaris di Indonesia, disusul pesaingnya, Xpander. Tapi, Xpander semenjak diluncurkan memakai sistem FWD. Namun tetap saja laris di pasaran. Penjualan Avanza dan Xpander cukup bersaing ketat di pasar otomotif dalam negeri.

Mengutip, Tim Cintamobil.com sempat melakukan tes ‘adu nanjak’ untuk Toyota All New Veloz vs New Xpander demi membuktikan mobil FWD mana yang lebih baik di tanjakan.

Tes ini mungkin sedikit banyak bakal mengikis rumor, seputar FWD agak loyo di tanjakan bahkan ada yang menyebut tidak kuat nanjak, masa iya?

Menurut Cintamobil.com, Toyota memisahkan Veloz dari Avanza dan memperkenalkannya sebagai pilihan Low MPV yang lebih premium dibandingkan Avanza. Pertarungan antara All New Veloz vs New Xpander pun menjadi sorotan, dimana kedua mobil hanya berbeda Rp6 jutaan.

Adu LMPV Penggerak Roda Depan

Keputusan Toyota untuk menggunakan sistem penggerak roda depan (FWD) menimbulkan pro dan kontra di antara penggemarnya. Sebagian menyambut perubahan tersebut dengan alasan efisiensi bahan bakar, kenyamanan, dan ruang kabin yang lebih baik.

Tetapi, tak sedikit yang menyayangkan keputusan tersebut dengan argumen mobil penggerak roda belakang (RWD) lebih andal di medan-medan ekstrem seperti tanjakan curam dan jalan makadam.

Baca juga:  NANO Sudah 100 Persen Terjual, Meledak?
All New Veloz kini menggunakan sistem penggerak FWD/cintamobil.com/

Menanggapi perdebatan ini, kami meminjam Toyota All New Veloz dan Mitsubishi New Xpander untuk membuktikan bahwa mobil-mobil FWD juga bisa digunakan untuk menanjak meski sedang terisi penuh. Sebelum ke pembuktian, kami akan menjabarkan spesifikasi kedua mobil yang akan digunakan dalam ajang adu nanjak kali ini.

Spesifikasi Toyota All New Veloz vs New Xpander

Toyota Veloz terbaru mengusung mesin 4-silinder berkode 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc DOHC dengan teknologi Dual VVT-i. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 104,5 HP di 6.000 rpm dengan torsi 137,2 Nm di 4.200 rpm. Tenaga itu disalurkan ke roda depan dengan transmisi D-CVT.

Sedangkan Mitsubishi Xpander terbaru dibekali dengan mesin 4-silinder DOHC 1.499 cc berkode 4A91 yang memiliki teknologi MIVEC. Dapur pacu Xpander memiliki tenaga 103,5 HP di 6.000 rpm dengan torsi 141 Nm di 4.000 rpm. Seperti Veloz, mobil ini juga menggunakan penggerak roda depan dan transmisi CVT.

Xpander masih menggunakan mesin yang sama meski kini mengusung transmisi CVT/cintamobil.com/

Di atas kertas, Xpander yang unggul secara torsi seharusnya bisa mengalahkan Veloz dalam urusan tanjak-menanjak. Namun, bobot mobil dan kemampuan ban serta kontrol traksi dalam mencari grip ke aspal juga tak kalah penting. Oke, cukup intermezzo-nya, mari kita langsung membahas fakta di lapangan.

Adu Nanjak di Kampung Salaka

Untuk pengetesan adu nanjak Veloz vs Xpander kali ini, kami akan menggunakan tanjakan yang berada di Kampung Salaka. Kampung yang merupakan salah sastu destinasi wisata ini berada di Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Baca juga:  Presiden Jokowi: Semua Bahan Mentah Kita Olah Sendiri di Tanah Air

Selain dikenal karena panorama dan Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, daerah ini dikenal akan tanjakan-tanjakannya yang cukup ekstrem dan menyulitkan mobil-mobil yang terisi penuh.

Tanjakan dengan kemiringan 17 – 19 derajat, sudah cukup ekstrem untuk ukuran tanjakan di Indonesia/cintamobil.com/

Kami pun membawa kedua penantang ke sana dengan membawa personel 6 orang. Eits, jangan protes dulu, meski hanya berenam, tiga dari kami memiliki bobot ‘ekstra’ yang jika ditotal, setara dengan 4 orang dewasa berukuran normal di Indonesia.

Percobaan pertama menggunakan Mitsubishi New Xpander. Transmisi CVT pun sudah disiapkan untuk mulai menanjak dengan low gear (posisi L). Adu nanjak ini dilakukan tanpa menggunakan momentum untuk melihat keandalan mobil ini dalam menaklukkan tanjakan dengan kemiringan 17-19 derajat.

Saat melewati tanjakan tersebut, kami dicemaskan oleh Xpander yang berkali-kali terasa seperti kekurangan tenaga untuk menanjak. Meski begitu, Low MPV 7-penumpang andalan Mitsubishi ini kenyataannya tetap bisa melewati tanjakan dengan sangat baik tanpa ada wheelspin.

Xpander bisa melewati tanjakan tanpa banyak ‘drama’/cintamobil.com/

Perasaan kekurangan tenaga tersebut rupanya berasal dari sinyal yang dikirimkan dari ECU ke mesin untuk menjaga putaran mesin di kurva yang optimal untuk menanjak. Jadi, meski pedal gas Anda tekan sampai bawah sekalipun, mesin Xpander tak akan beranjak dari putaran mesin tersebut untuk menjaga traksi pada ban.

Kami pun beralih ke All New Veloz untuk melihat apakah MPV Toyota ini juga sanggup menaklukkan tanjakan tersebut. Sama seperti Xpander, kami menggunakan low gear dan menanjak tanpa menggunakan momentum.

Baca juga:  Kripto Difatwa Haram Tapi Makin Populer

Saat menanjak, rupanya Veloz memiliki reaksi yang jauh berbeda dengan Xpander. Jika Xpander menanjak dengan mengandalkan traksi yang diperoleh dari putaran mesin optimal, Veloz menanjak selayaknya mobil biasa yang membiarkan mesin berkitir hingga putaran mesin yang cukup tinggi.

Toyota Veloz beberapa kali mengalami wheelspin saat menanjak/cintamobil.com/

Meski dengan kontrol traksi, beberapa kali ban mobil ini kehilangan grip dan mengalami wheelspin. Bahkan, kami pun beberapa kali mendengar bunyi ‘jeduk’ yang kami prediksi berasal dari drive axle yang dipaksa untuk bekerja keras. Meski begitu, mobil ini juga berhasil untuk sampai ke puncak tanjakan.

Oh iya, sebagai tambahan informasi, kedua mobil sama-sama bisa memuat 7-penumpang dengan nyaman. Bangku baris ketiga diisi oleh tim Cintamobil.com dengan tinggi badan 178 cm dan ia tak mengalami kesulitan untuk keluar-masuk dan mendapatkan headroom serta legroom yang mumpuni.

Meski begitu, Xpander terasa lebih sempit di legroom dibanding Veloz, tetapi unggul dalam hal headroom yang jauh lebih lega. Sementara Veloz memiliki legroom yang lebih baik dari Xpander, headroomnya cukup pas-pasan untuk orang dewasa dengan tinggi badan 178 cm.

Kesimpulan

Pertarungan Xpander vs Veloz bisa dibilang setara, dimana keduanya sama-sama bisa menanjak dengan baik meski terisi penuh. Mitsubishi New Xpander mengandalkan program ECU untuk mendapatkan traksi sebaik mungkin, sementara Toyota All New Veloz lebih konvensional dengan mengandalkan tenaga mesin dan grip yang tersedia pada ban.

Meski sama-sama bisa menanjak, kami lebih menyukai metode Xpander yang menggunakan kontrol traksi dengan baik/cintamobil.com/

Kami menilai bahwa cara menanjak Xpander masih lebih baik, karena tak bergantung sepenuhnya pada kualitas grip pada ban. Sementara itu, jika ban yang digunakan oleh Veloz sudah tak sebaik saat kondisinya masih baru, bukan tak mungkin mobil ini kesulitan untuk menanjak karena terlalu banyak wheelspin saat ban sudah berusia lanjut dan kehilangan grip optimalnya.