Wapres: Kesejahteraan Tak Lepas dari Pembangunan Segala Bidang

Wakil Presiden atau Wapres Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin/IDEANEWSID-YUSUF STEFANUS/

IDEANEWSID. Wakil Presiden atau Wapres Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin menilai, kesejahteraan sebuah negara tidak lepas dari pembangunan segala bidang.

Agar pembangunan di Indonesia dapat membuahkan hasil positif, maka diperlukan desain yang baik sehingga dapat memenuhi tuntutan perkembangan zaman.

Oleh karena itu, untuk menjadi negara yang berhasil melakukan pembangunan, diperlukan perpaduan yang harmonis antara pengetahuan dan kelembagaan, diantaranya melalui lima karakter pokok.

Baca juga:  Bayar Iuran BPJamsostek Bisa Lewat Agen BRILink

“Negara yang terbukti menghasilkan capaian yang gemilang adalah negara yang berhasil menggabungkan pengetahuan dengan kelembagaan yang solid. Sekurangnya terdapat lima karakter pokok dari negara yang berhasil memadukan pengembangan teknologi dan kelembagaan yang inklusif,” tutur Wapres KH Ma’ruf Amin dalam orasi ilmiahnya pada acara Wisuda Periode VII Tahun Ajaran 2021/2022 Universitas Brawijaya melalui konferensi video di kediaman dinas Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat.

Baca juga:  PLN Kembangkan Biomassa di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

Wapres menyampaikan dalam konfrenai videonya adapun kelima karakter tersebut diantaranya pertama Sumber Daya Manusia (SDM) nya memiliki pola pikir sebagai pencipta, bukan pengekor. Kedua, pendidikan yang diperoleh masyarakat benar-benar memberikan manfaat di lapangan.

“Pendidikan formal dan informal ditujukan untuk menambah stok pengetahuan dan keterampilan, bukan semata mengejar [gelar] kesarjanaan, dan ini terbukti dalam praktik di lapangan,” ujarnya.

Baca juga:  Wapres: Turots Indentitas Keislaman Bangsa di Era Modern

Wapres pun menyampaikan, walaupun kelima karakter tersebut merupakan faktor pendorong keberhasilan, dalam implementasinya akan terdapat juga tantangan-tantangan yang harus dihadapi.

“Krisis di bidang ekonomi bukan satu-satunya petaka yang dihadapi dunia dalam proses pembangunan. Faktor politik, konflik dan perpecahan sosial, terorisme, serta bencana seperti kelaparan dan pandemi turut menorehkan catatan dalam sejarah pembangunan dunia,” papar Wapres.(Yusuf Stefanus)